SAR-BNPB TANAH DATAR official website | Members area : Register | Sign in
Yhohannes Neoldy. Diberdayakan oleh Blogger.

Waktu Berjalan

Hari Berganti

KUNJUNGAN

free counters

Total Tayangan Halaman

BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR DI WILAYAH NAGARI ATAR KECAMATAN PADANGGANTING

Jumat, 18 November 2011


BATUSANGKAR, – Peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Nagari Atar Kecamatan Padangganting yang terjadi Selasa dinihari 15/11, menyisakan duka bagi empat anggota keluarga.Akibat runtuhan tebing yang runtuh menghantam bangunan rumah bagian belakang.
Dalam wilayah Jorong Taratak XIII Nagari Atar dua buah rumah mengalami kerusakan.Bangunan rumah milik Malin Sailan mengalami retak dinding belakang akibat hantaman reruntuhan tanah tebing yang terban.
Rumah milik Aprizal masih dalam wilayah Jorong Taratak XII juga mengalami kerusakan, setelah ditimbun runtuhan tebing di bagian dinding belakang, hingga kemarin siang 16/11, material yang menimbun dinding belakang rumah tersebut sudah dibersihkan oleh anggota keluarga pemilik rumah.
Di wilayah Jorong Taratak VIII juga terdapat dua bangunan rumah yang menjadi rusak akibat longsor tebing, masing-masing rumah milik Misnora dan Kamaruddin, juga telah berhasil dibersihkan secara ,manual melalui goro warga bersama anggota keluarga pemilik rumah.
“Kami telah melaporkan kejadian bencana ini kepada Pemkab Tanah Datar melalui Camat Padangganting”, tutur Wali Nagari Atar Amir Syarifuddin ketika dibungi Humas BPBD Tanah Datar siang kemarin 16/11 di wilayah Jorong Taratak VIII.
Menurut Amir, sejumlah ruas jalan tanah yang menghubungkan sejumlah wilayah pemukiman warga dalam wilayah Nagari Atar banyak yang terputus akibat ditimpa longsoran, termasuk 20 KK di Taratak VIII hingga siang kemarin masih terisolasi, karena sebuah jembatan putur dibawa arus air bersama material.
Duka lain yang dialami warga pada wilayah dua Jorong yang ditimpa bencana tersebut berupa lahan persawahan yang sudah rusak akibat dihantam material yang terbawa arus air menimpa puluhan hektar sawah milik masyarakat.
Untuk musim tanam berikutnya, petani yang lahan sawahnya terkena banjir bandang, dikhawatirkan tidak bisa melakukan bercocok tanam, karena hamparan sawahnya sudah rata dengan material cadas.
Sarana transportasi berupa ruas jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah Nagari Padang Gantiang dengan Atar, juga banyak ang aspalnya terban masuk jurang, termasuk sejumlah titik ruas jalan yang tertimbun runtuhan tebing.( h/emz ).

Dua Sejoli SAR Tanah Datar Naik Pelaminan

Jumat, 11 November 2011

BATUSANGKAR,HALUAN – Angka penanggalan  trend 11-11-11 ( 11 Nopember 2011 ) juga dimanfaatkan oleh pasangan Foni Zulheri dan Fitra Gusnita, untuk melangsungkan pernikahannya di masjid Baiturrahim Nagari Batubasa Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.
Foni dengan panggilan akrabnya Wali dan Fitra alias Pipit, adalah dua sejoli anggota relawan Search and Reque ( SAR ) Kabupaten Tanah Datar, yang kecantol selama beraktifitas pada organisasi kemanusiaan itu.
Tidak saja tanggal 11 bulan 11 dan tahun 2011 ( 11 ) , saat pengucapan ijab kabulpun dilakukan saat jam menunjukkan pukul.11 lewat 11 menit menjelang sholat Jum’at.Namun karena sesuatu hal diundur menjadi pukul 1. lewat 11 menit.( sesudah Jum’atan ) 11/11 kemarin.
Selain sanak famili, handai taulan kedua mempelai, para relawan SAR Kabupaten Tanah Datar saat prosesi pernikahan banyak yang hadir, termasuk Kepala BPBD yang juga sebagai ketua umum SAR Kabupaten Tanah Datar Altri Suandi bersama nyonya.
“Kita mengharapkan, setelah mematri hubungan intimnya ke pelaminan, akan lebih memadukan aktifitas relawan SAR Tanah Datar dalam meningkatkan pengabdian, terutama membantu warga yang ditimpa musibah bencana”, tutur Danru SAR Luhak nan Tuo Yusridas Hendra saat menghadiri prosesi tersebut kemarin.
Sementara Yusridas Hendra yang pada tanggal 11/11 kemarin juga merayakan hari kelahirannya bersama pelaksanaan acara pernikahan pasangan Wali dan Pipit, sehingga tanggal 11-11-11 bagi SAR Tanah Datar, menjadi sebuah hari yang memiliki kenangan tersendiri.
Sejumlah anggota SAR Tanah Datar yang masih lajang, juga banyak yang akan memilih sebuah penanggalan yang memiliki ciri khas dan mudah diingat, bahkan ada yang berencana akan mengakhiri masa lajangnya tepat pada tanggal 12-12-12  ( 12 Desember 2012 ) mendatang.( h/emz ).

Simulasi Bencana di SMU Pariangan

Minggu, 06 November 2011


BATUSANGKAR, – Ketika proses pembelajaran tengah berlangsung di ruangan kelas, tiba-tiba para siswa dikejutkan dengan goncangan gempa,semua siswa berupaya berlindung di bawah meja.
Setelah gempa mulai mereda, para siswa secara teratur bergerak menuju ruangan terbuka di halaman depan sekolah, sambil melindungi kepala dengan tas, agar terhindar dari kemungkinan adanya benda yang jatuh menimpa.
Dibawah bimbingan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Tanah Datar, semua warga sekolah agar tidak menjadi panik, justru dengan kecemasan yang berlebihan, akan mendatangkan malapetaka yang lebih besar, seperti berbenturan dengan meja dan pintu saat berebutan keluar kelas.
“Bila terjadi musibah bencana seperti gempa bumi ataupun kebakaran di lokasi pemukiman, harus disikapi dengan tenang, bila panik akan memunculkan masalah lain yang mungkin saja akibatnya menjadi lebih fatal”,tutur Kepala BPBD Tanah Datar Drs.Altri Suandi saat berlangsungnya simulasi bencana di koplek SMU 1 Pariangan, Sabtu 6/11.
Menurut Drs.Altri Suandi, sebagai warga yang bermukim di kawasan lereng gunung api Marapi, diharapkan untuk selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bakal terjadi.
Saat ini gunung Marapi masih berada pada  Waspada level II, setiap hari secara rata-rata gunung yang memiliki ketinggian 2792 meter lebih dari permukaan laut ini ,masih menyemburkan abu vulkanik sebanyak dua kali dalam sehari.
Selain simulasi menghadapi musibah gempa bumi, para siswa juga diberikan berbagai keterampilan dalam memadamkan api bila terjadi peristiwa kebakaran ditingkat rumahtangga.
Bila terjadi musibah kebakaran kecil, seperti kompor meledak, kepada para siswa diberikan pengetahuan sekitar upaya memadamkan api secara manual, dengan menggunakan goni basah.

Kepala SMU 1 Pariangan Dra.Lisda Misfar saat acara simulasi menyatakan kepuasannya atas bantuan yang telah diberikan pihak BPBD Tanah Datar, para siswa yang tergabung dalam Kelompok Siaga Bencana Sekolah ( SBS ) telah mendapatkan berbagai bekal keterampilan, seperti langkah antisipasi bahaya gempa serta tata cara penanganan musibah kebakaran yang terjadi di tingkat rumahtangga, seperti kompor meledak dan sebagainya.
 Secara bergantian para siswa mencobakan upaya yang bisa dilakukan untuk proses pemadaman api secara dini dan bisa dilakukan oleh semua anggota keluarga.( Emrizal /Humas BPBD ).

Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga di Sungayang

Selasa, 01 November 2011


BATUSANGKAR,– Rumah semi permanen milik Wandri ( 46 Th ) warga Jorong Duo Sungayang Kabupaten Tanah Datar, mencadi hancur berantakan, akibat ditimpa sebatang pohon petai Selasa 1/11.
Peristiwa naas yang menimpa rumah kediaman korban Wandri, terjadi sekitar pukul.16.30, saat itu secara tiba-tiba angin ribut bertiup cukup kencang berikut hujan badai di wilayah Kecamatan Sungayang.
Informasi yang diperoleh Humas BPBD Tanah Datar menyebutkan, bahwa pohon petai yang batangnya berdiameter kurang lebih 1,5 meter tersebut, tumbang persis menimpa bangunan rumah milik Wandri, sehingga bangunan rumah yang berukuraan 30 meter persegi itu menjadi hancur berantakan.



“Peristiwa bencana kayu tumbang yang menimpa rumah korban Wandri, untuk saja tidak sempat merenggut jiwa, karena pemilik rumah saat kejadian tengah berada di luar “, tutur Camat Sungayang Elfi Sandri kepada Humas BPBD Tanah Datar saat berada di lokasi kejadian kemarin sore.
Sementara anggota BPBD Tanah Datar begitu menerima laporan dari warga Sungayang sekitar musibah pohon tumbang tersebut sore 1/11, langsung menuju lokasi, dan langsung mengurai pohon kayu yang telah menimpa rumah korban.
“Dua buah mesin sinso yang dikerahkan, dalam jangka waktu tidak lebih dari satu jam, pohon tumbang berhasil diurai dan dipotong-potong”, tutur Danru SAR BPBD Tanah Datar Hendra.BM kepada Humas BPBD Tanah Datar di sela-sela upaya evakuasi pohon kayu tersebut kemarin.( h/emz ).

DUA ORANG WARGA JORONG TIGA BATUR NAGARI SUNGAI TARAB DISAMBAR PETIR

Kamis, 20 Oktober 2011


BATUSANGKAR- Dua orang warga Jorong Tiga Batur Nagari Sungai Tarab Kecamatan Sungaitarab Kabupaten Tanah Datar Eka Dianto ( 26 Th ) bersama orang tuanya Wardiman ( 47 Th ) Kamis 20/10 kemarin, disambar petir ketika tengah menggali pasir di aliran anak sungai Ampang Baririk.sekitar pukul 16.00 WIB.
Eka Dianto tewas seketika , bagian dadanya terkelupas akibat luka bakar, diduga akibat sambaran petir .Masyarakat yang ada disekitar kejadian langsung memberi pertolongan dan mengevakuasi menuju rumah kediamannya sekitar 500 meter dari TKP.
Sementara ayahnya Wardiman akibat sambaran petir tersebut mengalami luka bakar dibagian dada dan punggungnya, hingga tadi malam masih  menjalani rawatan intensif di ruangan instalasi gawat darurat ( IGD ) Rumah Sakit Umum Ali Hanafiah Batusangkar.
 Informasi yang diperoleh Haluan menyebutkan, korban Eka Dianto bersama ayahnya  Wardiman, setiap hari bekerja sebagai penambang bunga pasir pada aliran anak sungai Ampang Baririk Jorong Tigo Batur Nagari Sungaitarab.
Sekitar pukul 16.00 WIB, udara  mendung dan gelap ,kemudian turun hujan rintik-rintik, warga sekitar mendengar dentuman petir sebanyak dua kali., ke dua korban saat itu tengah berteduh  dalam sebuah pondok..
Peristiwa naas yang sempat meregang nyawa korban Eka Dianto itu, terjadi saat ke dua korban tengah berada dalam sebuah gubuk, yang sengaja dibuat tidak berapa jauh dari lokasi penggalian bunga pasir.
Eka Dianto ( 26 Th ) meninggalkan seorang istri bernama Era, dari buah perkawinannya ,dikaruniai dua orang putra yang masih balita, masing-masing Zaki ( 4 Th ) dan Zikri yang masih berumur 16 bulan.
Suasana pilu di rumah duka senja kemarin cukup membuat warga yang melayat menjadi terenyuh, karena putra sulung korban Eka Dianto bernama Zaki  menangis tersedu-sedu  tak henti-henti memanggil papanya.
Sejumlah anggota BPBD Tanah Datar bersama tim SAR di rumah duka berupaya membujuk anak dan istri korban.Tampak juga hadir Kepala Kantor Kesbangpol Abrar,Walinagari Sungai Tarab Marah Bangso,Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Elwads Darvins.
Wali Nagari Sungaitarab Marah Bangso kepada Haluan di rumah duka tadi malam menyatakan belasungkawa yang cukup dalam atas musibah yang menimpa ke dua korban yang tergolong warga ekonomi lemah itu.( h/emz )

Kepala BNPB RI H.Syamsul Maarif menyerahkan Bantuan Kepada BPBD Tanah Datar sebesar Rp.200 Juta

Jumat, 14 Oktober 2011





 BATUSANGKAR – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) H.Syamsul Maarif mengharapkan kepada warga yang bermukim di sekitar lereng gunung api Marapi, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Bila selalu dalam suasana waspada musibah tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan kita”tutur Syamsul Maarif  di hadapan Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe bersama anggota Muspida, pimpinan SKPD dan para relawan kabupaten Tanah datar di Koto Baru Kecamatan X Koto Kamis 13/10 kemarin.
Gunung api Marapi yang pada dua bulan terakhir menyemburkan abu vulkanik, diharapkan untuk dapat disikapi secara arif dan bijak, terutama dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkaan , seperti tidak melanggar larangan untuk melakukan pendakian.
Erupsi gunung Marapi telah berakibat nyata bagi gangguan kesehatan warga Tanah Datar dan Kabupaten Agam, pada tujuh wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar, telah didistribusikan sebanyak 6000 lebih maseker.Bahkan pada sejumlah wilayah Nagari di Luhak nan Tuo ini sudah terindikasi sejumlah warga yang terkena serangan penyakit ISPA, berupa gangguan radang tenggorokan dan pernapasan.
Untuk upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Syamsul Maarif menyerahkan bantuan dana sebesar Rp.200 Juta.
Sementara untuk kebutuhan penanganan bencana di Sumatera barat, BNPB pusat selalu menganggarkan dana secara rutin sebesar Rp.1 Milyar setiap tahunnya.
Bantuan tersebut diharapkan untuk dapat dimanfaatkan guna mengantisipasi bahaya bencana yang bakal melanda waraga, seperti kegiatan sosiaalisasi dan simulasi penanganan bencana kepada berbagai lapisan warga, terutama anak-anak sekolah.
Sementara Bupati M.Shadiq Pasadigoe mengharapkan kepada Kepala BNPB untuk senantiasa memberikan bantuan kepada Pemkab Tanah Datar, yang saat ini masih mengalami kendala berbagai peralatan dalam upaya penanganan bencana.
Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengharapkan,perhatian yang telah diberikan BNPB selama ini untuk dapat ditingkatkan untuk masa mendatang.
“Bapak Syamsul Maarif sudah lebih dari seorang mamak yang memperhatikan kemenakannya di Sumatera Barat,Kapai tampek babarito”, tuturnya.
Kepala BPBD Tanah Datar Drs.Altri Suandi di sela-sela acara penyerahan bantuan dari BNPB tersebut di Koto Baru mengatakatan, bahwa untuk lebih meningkatkan kegiatan penanganan bencana, pihaknya masih memerlukan sejumlah peralatan, mudah-mudahan dengan adanya bantuan dari Bp.Syamsul Maarif ini, akan dapat ditingkatkan upaya penanganan bencana, baik melalui sosialisasi kepada semua lapisan warga, maupun kegiatan simulasi kepada para siswa di lingkungan sekolah.( h/emz )




Rumput Ternak juga Tercemar Erupsi Marapi

Rabu, 12 Oktober 2011

 Peristiwa erupsi gunung api Marapi di kawasan Kabupaten Tanah Datar, ternyata bukan hanya menimbulkan gangguan pada manusia semata, ternyata binatang ternak juga ikut menikmati abu vulkanik yang menempel pada rumput yang akan dimakannya.
Dalam kawasan Kecamatan Lima Kaum, seperti di Nagari Labuah, warga sudah ada yang terserang ISPA semacam gejala radang tenggorokan dan mengganggu pernafasan, sehingga menjadi catatan khusus bagi petugas Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang ada di wilayah itu.
Sementara sejumlah petani peternak di wilayah Nagari Gurun Kecamatan Sungaitarab, fenomena alam berupa erupsi gunung Marapi juga menambah beban tersendiri dalam kegiatan memelihara ternak seperti sapi dan kerbau.
Rumpun yang akan dimakan sapi maupun kerbau sejak seminggu belakangan ini sudah banyak yang tercemar abu yang berasal dari lobang kepundan , sehingga sebelum diberikan kepada ternak piaraan, terlebih dahulu harus dibersihkan.
Bila rumput tidak begitu banyak dihinggapi debu, petani setempat cukup hanya menggoyang-goyang saja sedikit dan bisa langsung diberikan kepada ternak. Namun bila debunya menumpuk lebih banyak, rumput terpaksa dicuci terlebih dahulu dengan mencelupkannya ke dalam genanga air sawah.
Mardoni ( 28 Th ) seorang petani ternak di Jorong Sitakuak Nagari Gurun Kecamatan Sungaitarab ketika dijumpai oleh humas BPBD Tanah Datar saat menyabit rumput Rabu 12/10 kemarin menyebutkan, bahwa rumput yang akan diberikan sebagai makanan sapi piaraannya, sudah dipenuhi debu gunung api Marapi.
Sebelum dimasukkan ke dalam karung, rumput terlebih dahulu dicuci untuk melepaskan abu yang melekat pada rumput.Bila debu sudah diyakini terlepas dari rumput yang baru saja disabit itu, baru dikemas ke dalam karung.
“Sejak terjadinya letusan gunung Marapi mengeluarkan abu, beban kerja sebagai peternak sapi menjadi bertambah.Biasanya rumput tidak pernak dicuci, sekarang haarus dibersihkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak”, tutur Mardoni.
Menurut Mardoni, sebetulnya pemukimannya di wilayah Jorong Siatakuak Gurun ini cukup jauh dari lonbang kepundan Marapi, namun karena hembusan angin cukup kencang ke arah timur, maka kami di Sitakuak ini menjadi kewalahan dengan siraman debu”, tuturnya.
Untuk antisipasi bahaya yang ditimbulkan akibat erupsi gunung api Marapi ini, pihak BPBD Tanah Datar juga telah mengupayakan membagi-bagi masker kepada warga yang bermukim di lokasi terkena siraman.
“Sebanyak lima ribu lebih masker telah diserahkan kepada para siswa SD yang ada di wilayah Kecamatan Pariangan, Lima Kaum, Sungaitarab, Salimpaung dan Tanjungbaru”, tutur Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi. ( h/Emrizal ).

Kebakaran Rumah Nurdin Pono Kayo di Pincuran Gadang Simawang


BATUSANGKAR – Malang sekejap mata, menimpa Nurdin Pono Kayo, warga Jorong Pincuran Gadang Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Rumah permanen seluas 250 meter persegi miliknya sekitar pukul 13.00 WIB Senin 10/10 , ludes dilalap sijago merah.
Saat kejadian korban sedang tidak ada di rumah, Nurdin bekerja sebagai tukang bangunan, tak mengatahui sama sekali saat rumahnya terbakar, dia bekerja di rumah seorang warga yang masih berada dalam wilayah Jorong Pincuran Gadang.
Tiga orang anaknya masing-masing Candra siswa kelas III SMP, Maria  kelas III SD dan Rado baru saja duduk dibangku kelas I SD.Semuanya saat kejadian tengah menimpa rumah kediamannya tengah berada di sekolah.
Sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran ( Damkar ) BPBD Tanah Datar  sampai di lokasi bencana, sementara api tengah api tengah membesar, sekitar satu jam kemudian berhasil dipadamkan. untuk dipadamkan.
 Ka UPT Damkar Tanah Datar Nusyirwan mengatakan, bahwa lokasi rumah yang mengalami kebakaran itu terletak pada lokasi pemukiman yang cukup sulit untuk mendapatkan air dan api sedikit terlambat untuk bisa dipadamkan.
Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi yang langsung turun ke lokasi bencana siang kemarin mengatakan, bahwa atas upaya yang dilakukan, telah berhasil menjinakkan api yang bakal menghanguskan rumah warga yang ada di sekitarnya.
Dari data yang berhasil dihimpun Haluan dari keluarga dekat korban di Jorong Pincuran Gadang Simawang menyebutkan, atas kejadian itu, korban mengalami kerugian material sebesar Rp.75 Juta., termasuk berbagai barang berharga yang ikut ludes jadi abu.( h/emz )

TANAH DATAR TERIMA BANTUAN 5000 MASKER Altri Suandi : Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang

Senin, 10 Oktober 2011


Masker

Kepala BPBD Kabupaten Tanah Datar, Altri Suandi terima bantuan 5000 masker dari BPBD Propinsi Sumatera Barat yang diserahkan langsung oleh anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat Rizanto Algamar dan di dampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Propinsi Sumbar/Kapusdal Ops PB Sumbar, Ade Edwar, Sabtu (8/10) di Kantor BPBD Kabupaten Tanah Datar.
Ade Edward dalam kesempatan ini mengatakan bahwa dengan meningkatnya status Gunung Marapi BPBD Propinsi Sumatera Barat telah melakukan sosialisasi dan himbauan terhadap masyarakat.  BPBD Propinsi juga telah siap terhadap hal terburuk sekalipun, untuk itu telah disiapkan 26 titik jalur evakuasi dan untuk pos bantuan evakuasi disediakan diluar radius 5 sampai 7 KM dari kaki gunung marapi agar tidak terulang kejadian separti di Jokja tambahnya.
Masker_1
Sementara Altri Suandi mengatakan bahwa Pemda Kabupaten Tanah Datar melalui BPBD Kabupaten Tanah Datar selama ini telah mendistribusikan sebanyak 1720 masker ke beberapa Kecamatan yang rawan terhadap bahaya abu vulkanik gunung marapi diantaranya Kec. X Koto, Pariangan, Sungai Tarab dan Salimpaung dengan tujuan untuk mengantisipasi terjangkitnya radang tenggorokan/ispa akibat abu gunung marapi.
ok
Kepada masyarakat Altri Suandi menghimbau untuk tenang tapi tetap dalam kesiapsiagaan jika terjadi Peningkatan Status Gunung Api Marapi dan menunggu informasi selanjutnya dari pihak yang berwenang (Radio Pemda) dan Posko siaga bencana Kabupaten Tanah Datar, apabila terjadi peningkatan erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik diharapkan masyarakat untuk memakai masker agar tidak terkena radang tenggorokan, sumber air bersih yang terbuka untuk segera ditutup, agar tidak tercemar oleh Abu Vulkanik yang disemburkan Erupsi Gunung Api Marapi, Masyarakat diminta untuk secepat mungkin melapor ke aparat Pemerintahan Nagari / ke posko Induk bencana bila terjadi perubahan situasi Gunung Api Marapi.
masker_2
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi bencana letusan gunung marapi  seperti Melakukan Survey kelokasi titik – titik rawan di Kawasan rawan Bencana Gunung Api Marapi, Melakukan rapat Koordinasi dengan SKPD terkait, Melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat secara intensif dan Pengamat Gunung Api Marapi (PVMBG) Kota Bukittinggi, Membuat rencana jalur evakuasi dan tempat pengungsian, Menyiapkan data penduduk yang berada dikawasan rawan bencana yaitu di kecamatan X Koto, Batipuh, Pariangan, Lima Kaum, Sungai Tarab, Salimpaung dan Tanjung Baru, Menyiapkan Sarana dan Prasarana Peralatan Evakuasi dan Penanganan Pengungsi, Menyiapkan Kebutuhan Logistik, Menyiapkan data ternak dan Lahan Pertanian di wilayah kawasan rawan Bencana, dan Menyiapkan Posko Lapangan Di Nagari koto Baru dan Nagari Pariangan Serta Posko Induk di BPBD Tanah Datar.
Dalam kesempatan ini juga hadir Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kab. Tanah Datar, Ir. Edi Arman, Kepala Dinas Sosial Kab. Tanah Datar, Sri Mulyani, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tanah Datar, Desnalita dan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, H. Darisman. (Humas/Hadi-Heri)

5000 masker akan dibagikan kepada Masyarakat yang terkena Dampak Debu Vulkanik Merapi

Laporan : Mustafa Akmal-Batusangkar
Batusangkar,---Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Tanahdatar Drs Altri Suandi mengakui pihaknya sudah menerima bantuan  Sekitar 5000 masker dari Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar guna melindungi masyarakat yang terkena dampak debu Gunung Marapi dan masker itu akan segera dibagikan kepada masyarakat.
     Hal itu disampaikan Altri Suandi didampingi Kabid Kedaruratan Elwads SH dalam upaya mengantisipasi dampak debu letusan Gunung Merapi di Tanahdatar dan sebelumnya sudah didistribusikan 1.670 lembar masker kepada masyarakat yang rentan terkena dampak debu vulkanik, yakni anak sekolah, ibu hamil dan lanjut usia oleh Tim Sar bersama anggota BPPD Tanahdatar. Meski status gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, masih waspada level II, tapi masyarakat diminta tetap siaga, tenang, tidak panik dan tidak mudah terpancing isu dari pihak lain yang sengaja memanfaatkan kondisi tersebut. 
     Namun jika ada keraguan raguan tanyakan kepada petugas terkait karena " Kita akan berupaya melakukan perlindungan kepada masyarakat jika sewaktu-waktu gunung meletus," serta  mengajak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah agar selalu mengenakan masker, supaya terlindungi dari efek debu vulkanik yang dapat menimbulkan penyakit radang tenggorokan dan sesak nafas termasuk  ventilasi rumah harus ditutup rapat, hewan ternak harus dikandangkan, sumber air warga harus ditutup dan makanan atau minuman yang dijual di kedai harus dijaga sterilisasinya

    Sementara dari hasil monitoringnya Tujuh kecamatan yang terkena dampak debu vulkanik itu, yakni Kecamatan X Koto dengan penduduk 27.814 jiwa, Batipuah berpenduduk 17.379 jiwa, Pariangan berpenduduk 16.184 jiwa, Tanjung Baru berpenduduk 8.165 jiwa, Salimpaung berpenduduk 12.277 jiwa, Sungai Tarab berpenduduk 23.416 jiwa, dan Limo Kaum yang dihuni oleh 4.141 jiwa.  Selain itu, debu vulkanik juga mengancam ratusan hektare sawah dan kebun petani yang siap dipanen, serta puluhan ternak seperti kambing,kerbau dan sapi ujarnya lagi.

Letusan Gunung Merapi meningkat, Masker dibagikan kepada Warga

Jumat, 07 Oktober 2011

Batusangkar----Dampak Debu letusan Gunung Merapi kini sudah mulai dirasakan masyarakat dan dampak itupun sudah disikapi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahdatar dengan membagi masker kepada masyarakat diwilayah Puskesmas yang berpotensi dikeluarkan debu.
   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten tanahdatar Dr Desnalita mengakui Pihaknya telah membagi bagikan masker tersebut kepada masyarakat namun karena jumlahnya terbatas belum seluruh masyarakat yang mendapatkan masker tapi kita telah minta kepada Dinas Kesehatan propinsi Sumatera Barat tambahan masker tersebut dan mudahan mudahan permintaan tambahan masker hari ini bisa kita terima dan masker yang diterima itu bisa kita distribusikan tapi tentu kita prioritasnya kepada wilayah puskesmas terdekat seperti puskesmas wilayah Kecamatan X Koto, Batipuh, Pariangan

BPBD Tanah Datar tengah memasangkan masker kepada warga Sungaitarab


BATUSANGKAR – Abu vulkanik akibat erupsi gunung api Marapi di wilayah Kabupaten Tanah Datar, telah berdampak bagi gangguan kesehatan warga, sehingga masyarakat yang berada di wilayah sebaran abu, seperti wilayah Kecamatan Pariangan dan Sungaitarab, memakai masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Tanah Datar bekerja sama dengan PMI setempat Kamis 6/10 kemarin telah menyerahkan sebanyak 300 buah masker kepada warga Nagari Pariangan dan  Sungaitarab.

Evakuasi Orang Tenggelam di Talago Kanang Koto Baru

Selasa, 06 September 2011


BATUSANGKAR – Dua hari setelah lebaran Idul Fitri 1432 H Jum’at 2/9 merupakan saat berduka bagi sebuah keluarga di wilayah Nagari Koto Baru Kecamatan X Koto Kabuparten Tanah Datar, seorang pria setengah baya Jemmi ( 47 th ) tewas cukup mengenaskan tenggelam di dasar Talago Kanang.
Informasi yang didapat dari warga sekitar TKP menyebutkan, bahwa sekitar pukul 11.00 WIB korban ingin memasang keramba ikan di perairan talago.Malang baginya ketika baru saja ingin memulai pekerjaan, kakinya terpeleset dan badannya tercebur hingga ke dasar telaga yang memiliki kedalaman sekitar 2 meter.
Masyarakat yang ada di sekitar kejadian merasa heran, karena tidak melihat lagi wajah korban di tempat dia bekerja semula, ketika dihampiri, ternyata korban telah tenggelam , masyarakat sekitar langsung melaporkannya ke pihak berwajib di Mapolsek Kecamatan X.Koto.
Anggota Tim SAR Tanah Datar yang berdomisili di sekitar lereng Merapi selang 20  menit telah berada di lokasi kejadian bergabung dengan relawan dari Kota Padangpanjang untuk berupaya mencari warga yang tenggelam tersebut.
Sementara anggoata tim SAR BPBD Tanah Datar yang tengah bertugas di lokasi objek wisata Tanjung Mutiara pinggiran Singkarak setelah mendapat informasi, langsung meluncur ke TKP dengan mengendarai mobil Resque.
Sekitar pukul 11.50 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal, jenazahnya langsung dievakuasai dan dilarikan ke rumah sakit Ibnu Sina Padangpanjang untuk dilakukan proses visum et repertum.
“Jenazah korban ditemukan dalam keadaan kaki terpuruh ke dalam lumpur yang ada di dasar telaga, diduga korban sulit untuk melepaskan diri dari lumpur yang cukup tebal”, tutur Muslim anggota SAR Tanah Datar yang berhasil menemukan dan mengevakuasi korban.
Wali Nagari Koto Baru Andi Sutan Mangkuto di sela-sela kegiatan evakuasi korban menyebutkan, bahwa Korban Jemmi sebelum kejadian tengah bekerja memasang jala apung untuk beternak ikan .
Korban meninggalkan dua orang istri dan dua anak, yang kecil masih berumur 8 tahun dan putra sulungnya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Padang, jenazahnya dimakamkan di Nagari Koto Baru pada sore Jum’at 2/9.
Setelah dilakukan proses visum di di rumah sakit Yarsi Padangpanjang, Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi langsung menyerahkan jenazah kepada salah seorang sanaka keluarganya, untuk selanjutnya dibawa ke Koto Baru untuk dimakamkan di pandam pekuburan keluarga. ( Emrizal ).

Kecelakaan Maut di Saruaso Korban Hangus Terbakar

Jumat, 26 Agustus 2011

Peristiwa calakaan maut telah terjadi di ruas jalan raya Saruaso Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Jum’at 26/8 kemarin, korban meninggal dunia Tarmizi ( 42 Th ) dalam keadaan jenazahnya hangus terbakar.
Informasi yang didapat di TKP menyebutkan, bahwa kendaraan mobil kijang dengan nomor polisi BA.2507 EL yang dikendarai korban Tarmizi alias Tar Dukun, menabrak mobil xsenia nomor polisi BA.1745 E yang dikemudikan Marda Yanti ( 42 Th ) warga Perumahan Pemda Pagaruyung.

Kebakaran Balai Janggo Pagaruyung

Rabu, 24 Agustus 2011


– Sijago merah kembali mengamuk, sebuah rumah semi permanen milik Dt.Rajo Endah, warga Jorong Balai Janggo Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar ludes jadi abu.
Peristiwa yang cukup memilukan bagi keluarga Dt.Rajo Endah itu, terjadi pada Rabu malam 24/8 , korban baru saja pulang dari mengikuti sholat tarawih, api diperkirakan berasal dari lampu dinding dan cepat menjalar ke bagian atap rumah berukuran 5 X 7 meter itu.

Mudik Lebaran Luhak nan Tuo, Tanjung Baru Rawan Longsor

Selasa, 23 Agustus 2011

        Jalur mudik lebaran menuju wilayah Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di wilayah Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru, rawan longsor,  para pengemudi diharapkan untuk selalu berhati-hati ketika melewati ruas jalan tersebut.
“Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar sejak Sabtu dini hari 20/8 , mengakibatkan ruas jalan dari Simpang Piladang menuju Kecamatan Tanjung Baru mengalami macet total, karena badan jalan tertimbun tanah longsor”, tutur Kepala BPBD Tanah Datar Altri Suandi.
Untuk mengatasi ruas jalan yang tertimbun longsong, satu unit mobil Resque dari BPBD dan alat berat dari PU Bina Marga Tanah Datar, sejak kemarin pagi 19/8 dikerahkan untuk memindahkan material yang menimbun badan jalan.

Panas Berkepanjangan Berpotensi Kebakaran Hutan di Tanah Datar

Kamis, 04 Agustus 2011

Cuaca panas yang berekepanjangan selama sebulan terakhir ini di wilayah Kabupaten Tanah Datar, menyebabkan sejumlah lahan hutan mudah terbakar, sejak awal bulan Juli 2011 lalu, tercatat telah terjadi sebanyak 31 kali, rumah warga yang dilalap si jago merah mencapai sebanyak 5 buah.

SAR MUDA TANAH DATAR MELAKUKAN PENDAKIAN GUNUNG MERAPI DIPIMPIN LANGSUNG Ny.MIKO ALTRI SUANDI

Rabu, 29 Juni 2011




Anggota  SAR muda Tanah Datar yang melakukan hiking ke gunung Merapi Minggu 26/6 lalu, menikmati langsung mekarnya bunga Edelweis pada hamparan berbatu menjelang mencapai puncak Merpati.
Sebanyak 20 anggota SAR muda binaan BPBD Tanah Datar tersebut, menempuh ruas jalan setapak dari wilayah Nagari Tuo Pariangan, tepatnya pada pinggang bukit di Jorong Padangpanjang., dipimpin ketua rombongan Ny.Miko Altri Suandi.

KARANG TARUNA NAGARI MALALO BEKERJA SAMA DENGA TIM SAR TANAH DATAR TANAM 1500 POHON DALU-DALU DAN POHON KELAPA DI PINGGIRAN DANAU SINGKARAK

Jumat, 24 Juni 2011

malalo
Karang Taruna Sabale Suku kenagarian Malalo laksanakan  penghijauan dan pembersihan pinggir Danau singkarak dengan penanaman kembali 1500 pohon dalu-dalu (tanaman khusus pinggir danau) dan pohon kelapa yang dipelopori oleh pemuda pemudi dari empat nagari yang ada di kecamatan Batipuh Selatan, diawali dengan penanaman pohon dalu-dalu oleh Wakil Bupati, Hendri Arnis,BS,BA di pinggiran danau komplek PLTA nagari Guguak Malalo Senen (20/6).

Water Rescue SAR Tanah Datar di Perairan Danau Singkarak

Selain berupaya mencapai tingkat kwantitas para anggota yang direncanakan sebanyak 100 orang, anggota SAR Kabupaten Tanah Datar juga tidak mengabaikan kwalitas personil yang akan diturunkan dalam menjalankan tugas sebagai relawan.
Saat ini anggota SAR Tanah Datar yang berada dibawah binaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) itu, telah memiliki kapasitas anggota sebanyak 50 orang personil, yang telah dipastikan mampu mengabdi dalam diturunkan ke tengah masyarakat sebagai tenaga relawan, baik pada era pra bencana, pasca bencana ataupun saat setelah musibah itu terjadi.

TIM GABUNGAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM TANAH DATAR SUKSES DALAM PENYELENGGARAAN SIMILASI BENCANA GEMPA DI BATUSANGKAR

Monday, 20 June 2011 04:36
SIMULASI
Tim gabungan penanggulangan bencana kabupaten Tanah Datar evakuasi korban yang tertimpa pohon foto: Heri/Humas.
Tim gabungan penanggulangan bencana alam Kabupaten Tanah Datar mengadakan Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa di Kota Batusangkar, sabtu (18/6 ) nkemaren.
Simulasi Bencana alam ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana gempa yang menimpa, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Datar, mengingat Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah  rawan bencana, khususnya gempa bumi.

BPBD Tanahdatar Latih Pemuda Nagari

Selasa, 10 Mei 2011

Tanahdatar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanahdatar melatih sebanyak 200 pemuda nagari dalam penanggulangan bencana.

"Tujuan pelatihan pemberdayaan pemuda nagari tersebut untuk mempersiapkan dan membekali peserta dalam penanggulangan bencana di nagari masing-masing," ucap Kepala BPBD Tanahdatar Altri Suwandi saat upacara pembukaan pelatihan di Bumi Perkemahan Komplek Istano Basa Pagaruyung, Selasa (10/5).

Selain itu, tambah Altri, peserta juga diperkuat dengan ilmu pengetahuan tentang SAR sehingga pencegahan dan penanggulangan bencana dapat ditangani secara cepat dan tepat.

LAPORAN EVAKUASI LONGSOR Tim S A R Tanah Datar

Jumat, 06 Mei 2011


Gabungan Tim SAR Tanah Datar dan Tim dari Badan Penanggulang Bencana Daerah, (BPBD) Kabupaten Tanah Datar, Sabtu 30 April 2011, lalu melakukan evakuasi bencana tanah longsor yang menimbun badan jalan di lokasi jalan raya antara Batusangkar - Padang Panjang, yaitu tepatnya di Sungai Ungkang dan Simpang Balai Kamba.  Menurut salah seorang anggota Tim SAR, Juni, “Akibat longsor tersebut sebagian lalu lintas terpaksa dialihkan ke arah Sumpur, Batipuh Selatan sampai pekerjaan evakuasi selesai”.

Berita Duka Cita

Senin, 04 April 2011

Innalilahi Wa Inna Ilaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, Bahim Yahya. S.Sos ( Sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Datar pukul, 11.510 Wib siang tadi di RSU Batusangkar dan dikebumikan di Padang semoga almarhum mendapat tempat yang layak disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini. amiin

Operasi Lubuk Hitam - Batang Pamusian

Rabu, 09 Maret 2011

Laporan dari Nagari Pamusian Seorang Survivor, Nama: Adi Saputra, Agama: Islam, Suku: Melayu, Alamat: Kapalo Koto Halaban tenggelam dan hilang saat melakukan penyebrangan sungai Lubuk Hitam Batang Sinamar di Pamusian (Lintau Buo Utara) saat menjala ikan pada hari: Senin, 7 Maret 2011 pukul 16.00 wib. Saksi Mata adalah Ujang (Rekan) Survivor saat melakukan penyebrangan dan 2 orang lainnya Roni dan Kasriadi yang ikut dalam penjalaan ikan. Setelah menerima laporan dari Pihak Berwenang setempat, Team SAR Tanah Datar menuju ke TKP yang berjarak 2 jam berkendaraan dari Pusat Kota Batusangkar.


Setiba di Lokasi Team SAR Tanah Datar (Gabungan Anggota BPBD Tanah Datar) bergabung dengan Team Pencari dari Polres Tanah Datar dibantu oleh Masyarakat setempat melakukan penyisiran di pinggir sungai Batang Sinamar.


Pencarian kembali dilakukan pada hari Selasa, 8 Maret 2011 pukul 09.00 wib. Survivor (Adi) ditemukan pada pukul 10.45 wib dalam keadaan masih tenggelam di Lubuk Hitam dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Sulitnya medan evakuasi darat memaksa Team Pencari gabungan untuk melakukan proses evakuasi sorvivor melalui aliran Batang Sinamar dengan menggunakan pelampung dari Benen. Tepat pukul 11.45 dengan jarak 1,5 KM dari TKP, Sorvivor dinaikan ke mobil ambulans untuk di visum pada Puskemas Lintau Buo Utara I. Selesainya Visum oleh Medis di Puskesmas LBU I, sorvivor dibawa menuju rumah orang tua untuk selanjutnya dimakamkan. Dan pukul 12.40 wib Operasi Pencarian yang dipimpin oleh Kapolsek Lintau Buo Utara (Selaku SMC) dan Camat Lintau Buo Utara, Drs. Herison (Selaku OSC) ditutup.


Dalam hal ini, ucapan terima kasih dari keluarga Survivor kepada Team Pencari yang telah bersusah payah dalam melakukan tugas mulia ini. 

Album Anggota SAR-BPBD Tanah Datar

Kegiatan SAR - BPBD Tanah Datar